BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Legislator Demokrat Minta Koordinator SPPG Harus Pro Aktif Mengontrol Pelaksanaan MBG

103
×

Legislator Demokrat Minta Koordinator SPPG Harus Pro Aktif Mengontrol Pelaksanaan MBG

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kotim Sihol Parningotan Lumban Gaol. (Photo/Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, meminta Koordinator SPPG Kotim harus lebih aktif melakukan kontrol terhadap pelaksanaan MBG. Upaya tersebut mulai dari pengecekan dapur, standar kebersihan, proses penyediaan, hingga pendistribusian harus menjadi perhatian serius, Sabtu (15/11/2025).

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kotawaringin Timur kembali menuai sorotan, terlebih setelah beredarnya video viral sajian menu yang diduga terdapat belatung di media sosial. Politisi Partai Demokrat, SP. Lumban Gaol, mengingatkan perlunya langkah cepat dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan penerima manfaat tetap terjaga.

“Saya merasakan, kejadian makanan tidak layak konsumsi meski hanya satu porsi, dapat berdampak besar ketika menjadi viral. Kondisi ini dikhawatirkan membuat siswa menolak menu berikutnya sehingga tujuan program untuk meningkatkan gizi anak justru tidak tercapai,” tegasnya.

Lumban Gaol justru mengusulkan solusi alternatif, yakni menyarankan pemerintah mempertimbangkan skema bantuan uang harian bagi siswa. Pola ini dianggap lebih fleksibel dan mengurangi potensi makanan tidak layak konsumsi karena orang tua bisa menyiapkan menu bergizi sesuai kebutuhan anak.

“Saya lebih setuju jika diganti dengan uang harian, bukan dibayar sekaligus untuk menghindari penyalahgunaan. Dengan demikian orang tua bisa menyediakan menu bergizi sesuai kebutuhan anak,” harapnya.

Ia juga menyesalkan masalah serupa telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh dari Badan Gizi Nasional terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

“Kasus seperti ini hampir terjadi di semua daerah. Jika siswa sudah tidak mau makan lagi, bukankah itu justru membuang anggaran?” tanyanya. Untuk itu  kualitas pengawasan harus diperketat sebelum program bagus ini kehilangan makna dan efektivitasnya,” pungkas SP Lumban Gaol. (man)

Penulis : Normansyah

Editor  : Andi Kadarusman