Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Anggota Komisi I DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar, mengatakan defisit anggaran yang menyebabkan penurunan APBD akan berimbas pada penyesuaian anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena itu, arah kebijakan harus tetap berpihak pada masyarakat dan sektor produktif yang mampu menjaga perputaran ekonomi daerah, Selasa (4/11).
Politisi Partai Amanat Nasional ini mengingatkan pemerintah daerah agar tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 mengalami penurunan menjadi Rp1,9 triliun. Kondisi ini pula menurutnya menuntut pemerintah untuk bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Efisiensi pada akhirnya memang harus dilakukan, namun jangan sampai menghambat pembangunan dan menurunkan daya beli masyarakat. Artinya kebijakan dan program pembangunan harus mengutamakan kepentingan masyarakat secara luas sehingga sektor produktif yang mampu menjaga perputaran ekonomi daerah,” ujarnya, Selasa (4/11).
Selain itu, Kurniawan juga meminta perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi.
“Salah satunya adalah meningkatkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu membantu pemerintah guna menjaga ketahanan ekonomi. Oleh karena itu BUMD perlu lebih aktif menciptakan inovasi dan membuka bidang usaha baru yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.
Tidak hanya itu, BUMD juga berperan dalam hal menjadi motor penggerak ekonomi lokal, yang tidak hanya menunggu instruksi, namun harus proaktif menangkap peluang yang bisa memperkuat perekonomian daerah.
“Saya berharap meski terjadi pengurangan anggaran, pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kotim tetap menjadi prioritas utama agar keseimbangan ekonomi daerah tetap terjaga,” pungkasnya.(man)
Penulis : Normansyah
Editor : Karina Reviyanti












