BeritaDPRD KaltengLegislatif

Cetak Sawah Tak Berjalan, Legislator Kalteng Minta Pemerintah Pusat Bertindak

71
×

Cetak Sawah Tak Berjalan, Legislator Kalteng Minta Pemerintah Pusat Bertindak

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Program cetak sawah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang digagas pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dilaporkan mandek di tengah jalan. Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, mengungkapkan bahwa pekerjaan di lapangan sudah berhenti sejak dua bulan terakhir karena kontraktor alat berat meninggalkan lokasi.

Sutik menjelaskan, hingga kini lahan yang berhasil dicetak hanya mencapai 405 hektare, jauh dari target lebih dari 4.000 hektare yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Memang yang dicetak baru sekitar 405 hektare. Kalau alat berat masih bekerja, mungkin sudah bertambah dua hektare setiap harinya. Tapi alat berat sudah lama pergi, sudah sekitar dua bulan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Menurut Sutik, mandeknya pekerjaan diduga berkaitan dengan anggaran pemerintah pusat yang belum berlanjut. Ia menyebutkan, proyek tersebut merupakan program pusat sehingga prosesnya sangat bergantung pada ketersediaan dana dari pemerintah pusat.

Sutik menilai bahwa lahan yang sudah dibuka sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sawah baru. Ia bahkan melihat kondisi awal lahan cukup baik dan cocok untuk pertanian apabila program ini benar-benar diselesaikan.

“Awalnya saya melihat itu bagus, memang dulunya tidak ditanami, tapi saat dicetak saya lihat sangat berpotensi untuk sawah,” ujarnya.

Namun, ia juga menyoroti masalah lain yang merugikan petani, yakni keterlambatan distribusi bibit padi dari pusat. Bibit yang seharusnya segera ditanam justru mengalami kerusakan karena terlalu lama disimpan.

“Bibit dari pusat datang terlambat dan sudah tidak bisa dipakai, sudah lapuk. Jadi petani terpaksa membeli bibit sendiri,” jelasnya.

Sutik berharap pemerintah pusat dapat segera melanjutkan kembali program cetak sawah ini agar lahan yang sudah dikerjakan tidak terbengkalai dan dapat mendukung swasembada pangan di daerah.