Palangka Raya. eNewskalteng.com — Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan pentingnya sinergi antara kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Fraksi Golkar, Okki Maulana, saat menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2026, Selasa (14/10/2025).
“Dalam RAPBD 2026, pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan ditargetkan sebesar Rp41,9 miliar lebih, sebagian besar bersumber dari pembagian dividen laba bersih Bank Kalteng,” ujarnya.
Okki menyoroti kinerja positif Bank Kalteng sepanjang 2025. Hingga September 2025, bank ini mencatat laba bersih sebesar Rp310,12 miliar, tumbuh 8,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset Bank Kalteng mencapai Rp21,56 triliun, dengan penyaluran kredit meningkat hingga Rp11,5 triliun. Bank Kalteng juga meraih penghargaan nasional sebagai Bank Pembangunan Daerah Berkinerja Terbaik dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2025.
Mencermati capaian tersebut, Fraksi Golkar menilai pentingnya penguatan sinergi antara kinerja BUMD dan kontribusinya terhadap keuangan daerah. “Pertumbuhan positif di tingkat korporasi harus tercermin dalam peningkatan penerimaan daerah secara berkelanjutan. Kami mendorong Pemprov melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penyertaan modal dan pembagian dividen,” tegas Okki.
Fraksi Golkar juga menekankan pentingnya tata kelola BUMD yang profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap BUMD penerima penyertaan modal harus memiliki indikator kinerja yang jelas serta kewajiban kontribusi terukur terhadap pembangunan ekonomi daerah. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi BUMD sebagai motor ekonomi daerah sekaligus mendukung peningkatan PAD yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.












