Sampit, eNewskalteng.com — Sebuah peristiwa mengenaskan dialami seorang bayi berumur 9 bulan di Sampit. Kabupaten Kotawaringin Timur, setelah dibanting seorang laki-laki yang diduga mengalami gangguan jiwa (odgj), Rabu (22/10/2025). Akibat bantingan yang cukup keras itu, tempurung kepala bayi malang tersebut mengalami retak.
Bayi malang ini bernama Hana Putri Anggini yang baru berusia 9 bulan. Ia merupakan anak dari asangan Andi dan Ririn, warga Perumahan Arsita, di Jalan Revolusi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Bayi hana terpaksa harus menjalani pengobatan serius di Rumah Sakit Uum Daerah Dokter Murjani Sampit, akibat cedera dibagian kepalanya usai dibanting oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan atau odgj tersebut.
Menurut ibu korban, saat kejadian tengah hujan lebat dan ia sedang memasak di dapur dan bayinya digendong oleh kakaknya di ruang tamu rumahnya. Secara tiba-tiba datang pria odgj yang merebut bayinya dari gendongan abangnya. Bayi tersebut lalu dibawa keluar rumah sambil diputar-putar odgj tersebut diatas kepalanya, kemudian bayi tersebut dibanting di lantai beton depan rumahnya.
Melihat kejadian itu, abang sang bayi langsung memungut adiknya dan lari ke dalam rumah sambil mengunci pintu, lalu memberi tahu ibunya kalau adiknya dibanting seseorang. Mendengar itu spontan ibu korban langsung keluar rumah melihat keadaan, namun pelaku sudah tidak ada lagi atau kabur melarikan diri.
Melihat bayi menangis, sang ibu lalu memeriksa bagian kepala dan melihat ada ditemukan benjolan besar. Tanpa pikir Panjang, bayinya ini langsung dibawa ke RSUD Doktor Murdjani Sampit.
Sementara itu, menurut pihak medis RSUD Dokter Murdjani Sampit, hasil dari citiscan yang telah mereka lakukan pada tengkorak kepala pasien ditemukan patah atau retak temporal serta pendarahan di kepala sebelah kanan.
Menurut dr. Zindy Mahal Madinah, salah seorang dokter jaga saat itu, karena kondisi korban yang mengalami cidera cukup parah, rencananya pasien akan segera dirujuk ke RSUD Dokter Doris Syvanus Palangka Raya, karena pihaknya tidak memiliki dokter bedah syaraf untuk tindakan operasi.
Sementara lelaki yang diduga mengalami odgj yang berhasil ditangkap warga yang mengetahui peristiwa ini saat ini telah menjalani pengobatan di rumah sakit RSUD Dokter Murjani Sampit. Berdasarkan rekam mediknya, pelaku sebelumnya pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(man)
Penulis : Normansyah/eNewskalteng.com
Editor : Andi Kadarusman












