BeritaEksekutifNasionalPemkab Palangkaraya

Wali Kota Palangka Raya Pimpin Upacara Hari Santri Nasional, Bacakan Amanat Menteri Agama RI

134
×

Wali Kota Palangka Raya Pimpin Upacara Hari Santri Nasional, Bacakan Amanat Menteri Agama RI

Sebarkan artikel ini
– Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025.(Photo/ndk)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (22/10/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin dan diikuti Forkopimda, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan santri se Kota Palangka Raya.

Membacakan Amanat Menteri Agama RI, Fairid Naparin mengatakan, Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” KH. Hasyim Asy’ari yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Resolusi Jihad inilah yang membakar semangat dan mengobarkan api perlawanan anak bangsa. Sehingga dengan gagah berani, tanpa ada rasa takut, anak-anak bangsa bersatu padu melakukan perlawanan kepada kolonial yang ingin kembali menjajah Indonesia,” ujarnya.

Saat ini jelas Fairid, bangsa Indonesia telah merdeka dan bisa beraktivitas dengan tenang dan aman. Ini semua adalah nikmat agung dari Allah SWT melalui perjuangan para syuhada dan doa para ulama serta pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

“Oleh karena itu, marilah kita ingat selalu jasa-jasa para pahlawan. Kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan melakukan hal-hal baik, yang membawa kemaslahatan untuk bangsa Indonesia,” ucap Fairid.

Dikatakan Fairid, Hari Santri 2025 adalah hari santri yang istimewa. Karena tahun ini adalah 10 tahun peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2015. Dalam rentang waktu itu, peran pesantren dan santri semakin kuat dalam berbagai bidang kehidupan.

“Kita tidak boleh lupa, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan di nusantara, tempat para santri menimba ilmu agama, akhlak dan karakter. Dari pesantrenlah lahir generasi yang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” sambungnya.

Melalui momentum Hari Santri Nasional, Fairid mengajak para santri merawat tradisi pesantren, dengan membawa semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja hingga ke ranah internasional. “Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” pungkasnya. (y)