BeritaDPRD Barito UtaraLegislatif

Anggota DPRD Barut Patih Herman AB Apresiasi Pagelaran Seni Rutin, Jadi Ruang Ekspresi dan UMKM

115
×

Anggota DPRD Barut Patih Herman AB Apresiasi Pagelaran Seni Rutin, Jadi Ruang Ekspresi dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara Patih Herman AB,

Muara Teweh. eNewskalteng.com — Pagelaran Seni Budaya Daerah yang dibuka Rabu malam (23/7/2025) di kawasan Water Front City (WFC) Muara Teweh mendapat apresiasi luas dari DPRD Kabupaten Barito Utara. Kegiatan ini dinilai bukan hanya sebagai ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat sektor UMKM dan identitas lokal.

Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini layak dijadikan agenda tahunan daerah dengan dukungan anggaran yang memadai. “Pagelaran ini bukan hanya hiburan, tapi juga perekat persatuan. DPRD mendukung penuh agar menjadi agenda tetap dengan dukungan anggaran yang jelas,” ujarnya.

Dukungan senada disampaikan Jiham Nur, yang menilai kegiatan tersebut memberi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menjaga kesinambungan budaya. “Anak muda harus punya panggung seperti ini. Kalau tidak, bagaimana mereka bisa mengekspresikan identitasnya? Ini ajang pembelajaran sekaligus kebanggaan,” katanya.

Sementara itu, anggota Fraksi PDIP, Naruk Saritani, menekankan pentingnya merawat warisan budaya seperti Wara, Dongkoi, dan Deder. “Itu bukan sekadar pertunjukan, tapi identitas. Kalau kita tidak rawat, siapa lagi?” tegasnya.

Tak hanya soal budaya, H. Suparjan Efendi menyoroti dampak ekonomi dari acara tersebut. Ia menyebut UMKM sangat terbantu dengan adanya pameran dan bazar pendukung kegiatan. “Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi kreatif. Ini potensi besar jika dikelola berkelanjutan,” jelasnya.

Pagelaran Seni Budaya Daerah ini resmi dibuka oleh Pj. Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, dengan prosesi pemukulan katambung. Acara akan berlangsung beberapa hari, menampilkan beragam seni tradisional, pameran UMKM, dan kuliner khas daerah.

Dengan dukungan DPRD, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar selebrasi budaya, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah yang berakar pada identitas lokal dan ekonomi kerakyatan.(red)