BeritaKesehatanNasionalPemkab Gunung Mas

UHC 100 Persen, Gunung Mas Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya dari BPJS Kesehatan

30
×

UHC 100 Persen, Gunung Mas Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya dari BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Bupati Jaya Samaya Monong didampingi istri, Mimie Mariatie Jaya S. Monong, menerima penghargaan UHC Awards 2026 kategori Madya dari BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (Photo/ist)

KUALA KURUN, eNewskalteng.com–Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kembali mencatatkan prestasi strategis di sektor kesehatan dengan meraih UHC Awards 2026 kategori Madya dari BPJS Kesehatan. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen daerah dalam memastikan seluruh warga terlindungi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Plakat dan piagam penghargaan diserahkan langsung di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat (20/2/2026), dan diterima Bupati Jaya Samaya Monong yang hadir bersama Ketua TP PKK Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong.

Capaian ini menegaskan bahwa Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Gunung Mas telah menembus 100 persen kepesertaan. Dari total peserta terdaftar, tingkat keaktifan mencapai 87,02 persen, angka yang mengantarkan Gunung Mas masuk kategori Madya dalam penilaian nasional UHC Awards 2026.

Bupati menegaskan, UHC bukan sekadar capaian administratif, melainkan jaminan nyata atas hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, katanya, akan terus menjaga stabilitas kepesertaan aktif agar manfaat JKN benar-benar dirasakan masyarakat.

Kategori UHC Awards sendiri terbagi menjadi Pratama, Madya, dan Utama. Penilaian mencakup cakupan kepesertaan minimal, tingkat keaktifan peserta, serta konsistensi dan kepatuhan pembayaran iuran oleh pemerintah daerah, ujar Jaya.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Beny Syahbudin, mengapresiasi konsistensi Pemkab dalam mendukung keberlangsungan Program JKN. Dengan capaian ini, Gunung Mas diharapkan tidak hanya mempertahankan angka kepesertaan, tetapi juga mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.(hy)